Dasar-dasar Op-Amp


Pada awalnya Opamp dirancang untuk operasi matematika seperti penambahan, pengurangan dan pembagi. Namun segera ditemukan penggunaan pada berbagai keperluan.

Kemasan Opamp kebanyakan berbentuk IC (Integrated Circuit) 8 pin, seperti Opamp paling umum digunakan yaitu type 741.
Dengan 2 masukan dan 1 keluaran. Masukan yang ditandai polaritas negatif (-) menghasilkan penguatan terbalik pada keluarannya. Masukan yang ditandai polaritas positif (+) menghasilkan penguatan tidak membalik pada keluarannya

Kebanyakan Opamp memerlukan Catu daya positif dan negatif, bersama dengan ground atau 0. Beberapa rangkaian di rancang untuk dapat menggunakan catu positif dengan ground, atau catu negatif dengan ground saja.

Jika kedua masukan digabungkan, maka tegangan keluaran bernilai setengah catu daya, kira-kira sama dengan ground atau 0 volt.

Besarnya penguatan Opamp dapat dihitung dengan membandingkan resistor umpan balik dengan resistor masukan.

Penguatan OpAmp dirancang sangat tinggi, pada kisaran 100,000 kali (100 dB)

Perhatikan gambar sebelah kiri, dengan perubahan input beberapa millivolt pada masukan maka keluaran akan berubah antara +12 volt dan -12 volt.

Pada gambar sebelah kanan dapat dilihat penguatan OpAmp pada arus DC. Penguatan menurun tajam seiring kenaikan frekuensi.

Tinggi impedasi masukan 1M
Tinggi impedansi keluaran 150 ohm.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: