Contoh-contoh penggunaan OpAmp

Mixer Audio dengan OpAmp

Pembanding dengan OpAmp

Tegangan masukan yang bervariasi dibandingkan dengan tegangan masukan tetap berfungsi sebagai tegangan referensi
Jika tegangan masukan lebih tinggi dari tegangan referensi, maka keluaran negatif (-).
Jika tegangan masukan lebih rendah dari tegangn referensi, maka keluaran positif (+).

Pewaktu dengan OpAmp

Pada saat rangkaian baru dihidupkan, tegangan kapasitor 0 volt, keluaran +12 volt, buzzer tidak mendapat tegangan.

Setelah beberapa waktu, tergantung besaran nilai C dan R3. Tegangan pada masukan membalik mencapai tinggi tegangan pada masukan tidak membalik.

Keluaran menjadi -12 volt dan buzzer berbunyi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: